Senin, 05 Oktober 2020

Beginilah Dampak Covid-19 Pada Pembisnis UKM Di Indonesia

Ini adalah keluh kesah yang diungkapkan oleh pelaku bisnis offline maupun bisnis online oleh para UKM, Terlebih saat ketika wabah virus corona mengubah cara kita bekerja. Bisnis kecila bangsa indonesia menghadapi gangguna ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya karena wabah Corona Virus (COVID-19). Wabah virus corona telah mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat indonesia..

Beginilah Dampak Covid-19 Pada Pembisnis UKM Di Indonesia

Saat ini semakin sedikit orang yang bepergian keluar pada masa pandemik sejak pemerintah menganjurkan untuk melakukan segala aktivitas dari rumah.

Ada banyak hal yang mempengaruhi bisnis di masa kini. Masyarakat  jadi jarang keluar ke tempat umum, melakukan transaksi belanja via online, belanja hanya untuk kebutuhan penting membuat para wirausaha mulai merugi karena pemasukan yang kurang dalam berbinis mereka.

Lalu dengan adanya peraturan pemerintah dalam pembatasan sosial membuat aktivitas bisnis dilakukan secara jarak jauh. Sehingga, para pekerja melakukan pekerjaan mereka di rumah (Work From Home).

Pandemi virus corona bukan hanya sekedar bencana kesehatan, virus ini menimbulkan kekacauan yang cukup besar di sektor ekonomi. Tidak hanya industri besar, pandemi virus corona membuat kerugian bagi pelaku UKM di indonesia. dan Kabar baru ini, indonesia akan mengalami penurunan persentase pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Ini Dia Tips Tetap Untung Dengan Bisnis Online Di Tengah Pandemi COVID

Pada kuartal pertama, pertumbuhan ekonomi indonesia tercatat sebesar 2,97 persen. Pencapaian tersebut lebih rendah dibandingkan prediksi sebelumnya sebesar 5 Persen.

Hal ini cukup berdampak besar bagi sektor UKM di indonesia akibat Covid-19. Salah satu dampak yang mempengaruhinya adalah proses jual-beli menurun sehingga sulit untuk mendapatkan penghasilan para pelaku UKM.

Dampak Covid-19 Bagi penyedia Jasa.

Bukan saja UKM yang ikut terpapar dampak Covid-19 namun di sektor produksi rumahan para penyedia jasa pun dilaporkan mengalami penurunan omset yang cukup besar, Contohnya adalah wedding Organizer tidak bisa mendapatkan konsumen untuk acara pernikahan.

Seperti yang kita ketahui di masa pandemi pemerintah tidak menganjurkan adanya acara yang penuh dengan sekumpulan orang banyak. Wedding Organizer terpaksa kehilangan penghasilan akibat Covid-19 sehiingga kebijakan pemerintah (Social Distancing) harus dilaksanakan. Mereka yang bekerja sebagai buruh harian lepas.

Seperti pegawai bangunan, makeup artis, fotografer pernikahan juga kesulitan mendapatkan penghasilan karena sejumlah proyek terpaksa ditunda akibat pandemi virus corona. 

Pemerintah saat ini cukup berani mengambil kebijakan dengan tidak memberlakukan lockdown, sehingga beberapa UKM didaerah masih ada kesempatan untuk mencari cara untuk bisa bertahan hidup.

Bagikan ke FACEBOOK

TerkaitBeginilah Dampak Covid-19 Pada Pembisnis UKM Di Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar